Sabtu, 26 Oktober 2013

Manajemen Hard disk Menggunakan LVM pada Ubuntu Server

Sebelum membahas tahapan tahapan menggunakan command command pada ubuntu server. Terlebih dahhulu kita berkenalan dengan LVM (Logical Volume Manager). LVM adalah metode alokasi ruang penyimpanan pada media penyimpanan yang lebih fleksibel dari partisi konvensional. LVM merupakan satu bentuk lain dari penyimpanan virtualisasi.
Secara umum LVM memungkinkan kita untuk menggabungkan atau mengkombinasikan beberapa partisi dan atau disk menjadi satu buah Logical Volume yang lebih besar yang kemudian memungkinkan untuk diubah, digabung dan atau dipindah dalam kondisi sedang digunakan. Artinya tidak diperlukan downtime untuk menambah atau mengurangi kapasitas penyimpanan. Hal ini bermanfaat karena tidak mengganggu proses operasional yang sedang berjalan. Logical Volume Management (LVM) adalah pilihan manajemen disk yang hampir ada pada setiap distro Linux.

Setelah membahas apa itu LVM, berikut adalah salah satu tugas yang sering dilakukan oleh sysadmin yaitu melakukan manajemen sumber daya (resource) khususnya hardisk menggunakan RAID dan LVM.

Berikut adalah langkah langkah manajemen hardisk menggunkan LVM di ubuntu server menggunakan virtual Box

Persiapan
1. Tambahkan tiga buah virtual hard disk yang masing-masing berukuran 1 GB pada virtual machine  ubuntu server anda.
 

2. Install lvm pada ubuntu server anda dengan perintah sbb :
# apt-get install lvm2



Menggunakan LVM
1. Buatlah sebuah physical volume (pv) dengan perintah pvcreate.
    # pvcreate /dev/sdc

2.  Buatlah sebuah volume group (vg) dengan perintah vgcreate
            # vgcreate vg /dev/sdc

3. Buatlah logical volume (lv) dengan perintah lvcreate
    # lvcreate -size 500m vg

4. Format (dengan tipe ext2), dan mount lv /dev/vg/lvol0 untuk bisa digunaka
           # mke2fs –m0 –j /dev/vg/lvol0 


      









Extend sebuah LV
Catatan : file system vfat dan ext2 tidak bisa diextend, jadi dalam praktikum berikut kita menggunakan filesystem bertype ext3 

1. Periksa hard disk yang tersedia dengan perintah fdisk –l 

#fdisk –l | grep sd[bc]

2. Partisi hardisik /dev/sdb anda dan pilih filesytem 83 dengan menggunakan perintah fdisk. Periksa hasilnya.

#fdisk /dev/sdb

3. Gunakan partisi hardisk /dev/sdb1 dan sebagian partisi hardisk /dev/sdc (yang masih belum diformat               sebagai pv dan gabungkan menjadi sebuah vg dengan nama vg2). 

#pvcreate /dev/sdb1#pvcreate /dev/sdc


#vgcreate vg2 /dev/sdb1 /dev/sdc

4.   Gunakan perintah pvdisplay untuk memastikan vg2 anda sudah terbentuk 

#pvdisplay | grep –B1 vg2

5. Gunakan perintah lvcreate untuk membuat sebuah lv dan buatlah partisi sebesar 200 mb. 

#lvcreate –size 200m vg2


#mke2fs –m20 –j /dev/vg2/lvol0

6. Buat direktori dan mount ke lv yang sudah anda buat. Periksa hasilnya dengan perintah df. 

7.   Extend volume (tambahkan sebesar 100 MB) menggunakan perintah lvextend 

#lvextend –L + 100 /dev/vg2/lvol0

8. Periksa dengan perintah df dan lvdisplay

 #df –h | grep resizetest

#lvdisplay /dev/vg2/lvol0 | grep Size

Catatan : ada perbedaan hasil antara df dan lvdisplay karena df masih menampilkan data sebelum dilakukan lvextend

9. Untuk menyelesaikan, gunakan perintah resize2fs untuk menggunakan kapasitas lv secara penuh 
#resize2fs /dev/vg2/lvol0

10. Periksa kembali dengan perintah df 
#df –h | grep resizetest







Tidak ada komentar:

Posting Komentar